Malapetaka Busway

Sebagai alumni anak kampung, menjadi katro udah melekat didiri gue, bahkan mengalahkan lengketnya seBUAH upil (sejak kapan upil berupa buah).

Jadi, ceritanya kemarin-nya-kemarin-kemarin gue pergi buat ngisi acara pertemuan terbuka yang ngomongin masalah peraturan lalu lintas. sebagai pengendara sepeda yang baik gue harus ikut serta dalam acara tersebut. keren gila.

Dan ternyata gue berkesempatan buat ngerasain naik busway buat pergi ketempat pertemuan tadi. Di kampung gue emang gak ada busway mewah kayak di batam. Paling kalau truk ngangkut sampah sering, nggak heran kenapa gue begitu bangga karena bisa naik busway mewah.

Contoh truk sampah. (sumber)

Ternyata naik busway itu pake tiket. kalau dikampung gue nggak perlu. paling langsung naik berdiri dipinggiran pintu. kayak nenek-nenek.

KAYAK KENEK-KENEK BEGOK!

saat masuk busway ternyata kursi penuh, gue bingung mau ngapain. mau duduk dilantai malu karena nggak ada yang duduk dilantai, mereka yang nggak dapet kursi memilih berdiri sambil memegang besi dan gantungan gitu.

Gue dilema memilih antara :


  1. Ikutan berdiri memegang besi dan gantungan sambil memamerkan bulu ketek gue yang lagi lembab.
  2. Berdiri tanpa pegangan dan bersiap-siap akan jatuh dipangkuan nenek-nenek atau terguling-guling tak berdaya.
  3. Memilih minta pangku sama tante-tante yang duduk dikursi paling belakang.
Akhirnya gue memilih opsi pertama, sebelum terjadi hal yang tidak di inginkan.

Ternyata naik busway mewah itu nggak senyaman yang gue bayangin, selama hampir sejam perjalanan naik busway dengan posisi berdiri memegang besi dan gantungan itu ketek gue jadi pegel, bulu ketek gue malah rontok, bau-nya juga udah nggak keren lagi.

Belum lagi kalau berdiri dempetan dengan cewek cakep, gue serba salah gimana caranya nyembunyiin burket. Apa harus gue bilang ke dia "ini ketek gue kalau ngeliat cewek cakep emang sering basah. grogi".

Gue berharap kejadian itu adalah pertama dan terakhir kali gue naik busway kayak gitu. ternyata gue salah besar! ya-walaupun-julia peres-jauh-lebih-besar.

Kedua kalinya gue naik busway adalah saat nemenin temen gue, awalnya gue nggak mau. Tapi karena di-iming-imingi nasi bungkus gratis gue terima. Gue emang terlalu mudah nerima apapun bentuk gratisan. meski itu cuma sebungkus nasi. maklum mental gratisan.

Dihalte gue cuma berdoa sembari berharap :
  1. Tuhan beri kursi kosong dibusway yang bisa kami tempati nanti.
  2. Tuhan jika kursi tidak ada yang kosong, hilangkan ketek hamba sementara saja.
Dan, do'a gue ternyata belum dikabulkan, tempat penuh, padat, besar, dan kenyal-kenyal. (INI APA!)

Gue hanya bisa pasrah dan menerima keadaan apapun, termasuk jika ketek gue pegel atau ngeluarin air berlebihan, sehingga bisa ditampung dan dijual sama penumpang busway yang kehausan. idih najis!

Duga'an gue bener, ketek gue pegel banget, sedikit gue lirik kearah ketek gue dan yap basah. gue bingung harus gimana. gue cuma sedikit melirik kebelakang dan ngeliat ada dua cewek yang ketawa-ketawa ngeliat ke arah gue.

"ya tuhan, selamatkan hamba dari cobaan ini" cuma itu yang bisa gue katakan dalam hati.

karena guncangan busway terlalu kencang,dan pegangan tangan gue ke besi atas gantungan terlalu loyo, alhasil sikut gue tepat mengenai kepala om-om. saat kejadian itu yang gue inget adalah bunyi "plak", dan saat noleh ke arah bunyi....jeng..jeng..

Om-om yang gue keplak pake sikut tadi menatap gue dengan tatapan kosong, mata kami bertemu, saling bertatapan, kemudian gue liat om-om itu membasahkan bibir-nya dengan lidah, pelan tapi pasti, sedikit ujung kumisnya juga terkena lidah, gue membalas dengan hal yang sama.

tiba-tiba, busway ngerem mendadak.

gue terdorong kedepan dan hampir jatoh, berusaha bertahan dengan satu tangan, ternyata busway udah sampai ke halte pemberhentian gue.

dengan kejadian ini gue mengambil inisiatif akan menggunakan jaket agar ketek gue nggak bisa melakukan hal macem-macem lagi. Dan akan menunggu halte yang kursinya kosong.


3 Cibiran

Cobain nanti naik busway di Jakarta a.k.a TransJakarta ahaha.

Balas

gue nggak bisa ngebayangin vin :(

Balas

waaaah kamu harus berguru sama aku nih. alamat aku enam tahun selalu naik bis yang penuhnya kaya ikan teri sih hahaha

Balas

Ini kolom komentar, bukan formulir pendaftaran jadi pacar aku ya!

Copyright 2014 Semutboy

Concept by Apriansyah. Designed by Jang!